lenterawarta.id, Makassar – Suasana riang dan penuh semangat terlihat di Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Kamis (23/10/2025). Sebanyak 156 siswa dari tiga Taman Kanak-kanak berkunjung dalam kegiatan Outing Class Edukasi Keselamatan, yang menjadi bagian dari program pembelajaran luar kelas bagi anak usia dini.
Tiga sekolah yang ikut serta dalam kunjungan ini adalah TK Melati UNM dari Jalan Mappala dengan 90 siswa, TK Teratai UNM dari Jalan Bonto Langkasa dengan 50 siswa, serta TK Khadija Kidz dari Jalan A. Mappaodang dengan 16 siswa. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar langsung mengenai peran penting petugas pemadam kebakaran dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Petugas Damkarmat memberikan penjelasan sederhana tentang tugas, fungsi, dan tanggung jawab pemadam kebakaran, serta memperkenalkan berbagai peralatan dan kendaraan operasional yang digunakan saat menangani kejadian darurat.
Selain edukasi mengenai pemadaman kebakaran, anak-anak juga mendapatkan pengetahuan dasar tentang cara mencegah kebakaran sejak dini, seperti tidak bermain api, berhati-hati menggunakan listrik, dan pentingnya melapor kepada orang dewasa jika terjadi hal berbahaya di rumah.
Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Mereka diajak melihat langsung demonstrasi penggunaan alat pemadam dan mendengarkan sirine mobil damkar yang menjadi momen paling ditunggu. Tawa dan rasa kagum terlihat dari wajah para siswa saat menyaksikan para petugas beraksi.
Di penghujung kegiatan, suasana semakin ceria ketika anak-anak diajak bermain air menggunakan selang pemadam. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman praktis mengenai cara kerja alat pemadam api secara aman dan menyenangkan.
Melalui kegiatan edukatif ini, Damkarmat Kota Makassar berharap dapat menanamkan kesadaran keselamatan dan kedisiplinan sejak usia dini. Kepala Dinas Damkarmat Makassar menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter anak yang tanggap bencana, berani, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
