Lenterawarta.id, Makassar – Kegiatan Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari ke-11 dengan pelaksanaan di Kecamatan Manggala. Suasana penuh semangat dan kepedulian lingkungan terasa kental, ditandai dengan partisipasi aktif pemerintah, komunitas, serta masyarakat dalam mendukung gerakan Makassar bersih dan hijau.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Makassar. Dalam sambutannya, ia kembali mengingatkan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah utama mewujudkan target Makassar bebas sampah pada tahun 2029.
Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan ini berhasil mengangkat sebanyak 208,3 kilogram sampah dari lingkungan sekitar. Aksi bersih-bersih ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di wilayah Kecamatan Manggala.
Selain aksi bersih, rangkaian kegiatan juga diisi dengan talkshow bertajuk “Sampah Ta Tanggung Jawab Ta”. Talkshow ini memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran individu dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan hadirnya berbagai tenant ramah lingkungan, di antaranya Payabo, Rumah Kreasi Ceceng, Urban Farm (maggot), Manggala Tanpa Sekat, serta Tumpuk Sampah yang menghadirkan pengolahan kompos alami. Tenant-tenant ini menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk mengelola sampah secara kreatif dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan gerakan bersama yang konsisten dan berkelanjutan.
Melalui Jelajah Sampah Makassar 2025, Pemerintah Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat. Dengan semangat kebersamaan, Makassar yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan diyakini dapat terwujud, seiring berlanjutnya rangkaian kegiatan Jelajah Sampah ke kecamatan berikutnya.
